Namaku Nona Anindiya Rizky, umurku 16 tahun. Aku sekolah di SMA paling keren di dunia, namanya SMA N 77, nomor keberuntungan banget buat kita-kita yang sekolah disini. Setiap hari aku punya rutinitas yang sama dengan remaja lain, belajar, hang out bareng temen, sibuk diekskul, bahkan mungkin sibuk pacaran kali ya??
Sekarang aku tinggal bersama kakak laki-laki dan adik laki-lakiku disebuah kontrakan, kami dibiarkan orang tua kami hidup sendiri, mereka lebih suka melihat kami berusaha memenuhi kebutuhan kami, dan itu terbukti melatih mental kami sangat dalam.
Setiap pagi aku harus membantu tetanggaku mengantar masakannya kewarung langganannya, dalam sebulan, aku bisa mendapat sekitar seratus duapuluh lima ribu, biasanya juga aku mendapat sarapan darinya untukku dan kedua saudaraku. Bukan hanya itu, setelah pulang sekolah dan setiap tidak ada pelajaran tambahan, aku selalu menghabiskan waktuku menjaga warnet. Kakakku tak jauh berbeda denganku, dia bekerja paruh waktu usai kuliah di toko kaset samping SMA ku, dia mendapat cukup banyak uang dari pekejaannya, selain itu kemampuan bahasa inggrisnya mengizinkannya memberi pelajaran tambahan ke anak-anak SD sekitar rumah. Adikku yang masih SMP belum bisa berbuat banyak, dia mungkin membantuku mengantar pesanan.
Bila dipikir-pikir, remaja seusia kami pasti ogah mengerjakan hal seperti ini, yang dalam keadaan sebenarnya kami mampu membeli apapun tanpa bekerja, tapi ini semua sangat berguna bagi kami, kami bangga bisa mengumpulkan uang sendiri, bahkan kami senang jika bisa membayar kontrakan sendiri sebelum orangtua kami membayarnya.
Sekolah adalah hal yang paling aku sukai, disini aku mendapat segalanya. Teman, ilmu, ketenangan, keceriaan, kehangatan, keriangan, kegairahan, bahkan kasih sayang dan cinta ada disekolahku ini. Aku beruntung bisa bersekolah di SMAN 77. Teman-temanku sungguh bisa mengarahkanku kehal yang benar, tak pernah aku melihat mereka menjerumuskanku.
“Pagiiiii Nonaa…..!!!!!” teriak Sonny dari balik pintu kelas
“Hahahahy, Sonny…” balasku sambil berlari
“Bagaimana malam-malammu dikontrakan??? Suramkah..” Tanya Sonny dengan wajah usil menyebalkannya
“Entahlah, sepertinya aku harus ekstra sabar menghadapi adikku yang satu ini.” Jawabku
“Ada apa dengan si Roby??”
“Kau tau kan, dia itu playboy cap tali tambang kayak kamu..” semprongku
“Hahaha,.. Oya..!!”
“Senag sekali wajahmu boy?? Puaskah ada penerus kelakuanmu, haah..??” ujarku manyun
“Kenapa kau harus mengurusi adik playboy mu itu?? Kenapa tidak mengurusi cintamu saja??”
“Eh. Hah…” aku mulai gugup, Sonny mulai menggali urusan cintaku, sungguh mengganggu >_<
Hari sabtu ini aku akan mengantar pesanan catering ke sebuah perusahaan. Kali ini pesanannya cukup banyak, dengar-dengar sih pesanan buat makan siang dikantor itu. Senang sekali rasanya… Yang lebih menyenangkan lagi, aku tak perlu capek dan kepanasan naik motor, karena aku kali ini naik mobil! Asiiik..
Diperjalanan aku merasa sangat bersemangat, entah apa yang membuatku semangat, aku merasa hari ini aku sangat beruntung.
Ternyata benar, kantor itu mengadakan acara makan siang bersama, sungguh meriah. Kantor ini karyawannya kompak, kebersamaan terlihat jelas. Sambil menata catering aku sesekali melihat sekitar, mungkin ada orang yang kukenal, beberapa kali aku bertemu teman orang tuaku, mereka memujiku dan bangga padaku karena mau bekerja seperti ini, jadii malu, hihihi…
Acara mau selesi, aku mulai merapikan meja-meja yang mulai tidak enak dipandang,
“Bisa minta jajan yang itu?? Adik saya pengen satu.” Ujar pemuda dari belakangku sambil menepuk pundakku dengan pelan.
“Oh, iya… mau yang mana dek.. yang coklat apa yang warna pink??” tanyaku kepada adik kecil yang digandengnya
“Yang pink boleh..??” Tanya adik kecil itu
“Tentu boleh.. Ini..” jawabku tersenyum padanya, aku menoleh kepemuda yang tadi memanggilku, ternyata umurnya tak jauh beda dariku, seumuran kakakku lah. Dia kemari karena ayahnya pemimpin perusahaan, sungguh beruntung aku bisa kenal dengannya. Dia sangat ramah.
“hmmm,.. boleh tau nama kamu??” Tanya pemuda itu
“Owh,.. namaku Nona Anindiya Rizky, panggil aja Nona..” jawabku manis
“Nona… aku Leo Syahreza. Temen-temen biasa panggil Leo.” Ucapnya
“Eh iya, hape aku dibawa sikecil, boleh pinjem hape kamu bentar?? Aku mau sms ayah aku, boleh??” pintanya
“Kenapa nggak, niih..”
“Oke… Thanks!”
“Yup, masama..”
“Sampai ketemu lagi ya, aku harap sih bisa ketemu lagi..” akhirnya
“he.em, aku juga. Daahh..” lambaiku
Dia terlihat melambaikan tangannya lalu menempelkan tangannya ketelinga…
“Jangan lupa telfon aku ya..” terdengar dia berteriak
“Apa??? Telfon?? Mana aku tahu nomor hape kamu??” teriakku
“Miscall aja nomor itu…” jawabnya sambil menunjuk hapeku
Owh.. nggak bisa dipercaya, dia menyimpan nomornya di hapeku dengan name “Leo Keren”, sangat gombal dan narsis banget…
Sudah lama aku tidak kumpul dengan teman-temanku, kangen skalii… biasanya malam minggu seperti ini kami pergi bersama mencari tempat yang enak, atau juga sering menghabiskan malam dikontrakan sambil bakar jagung. Tapi akhir-akhir ini sungguh suram, tak ada yang main kekontrakan, adikku mulai berani keluar malam dan pacaran, aduuh… anak itu mulai nggak bisa diatur. Sedangkan kakakkku Kak Ridwan jarang sekali di rumah, sangat menyebalkan!!
“Nona... Nona…” teriak seseorang dari luar pagar
“Iya bentar…” sahutku
“Hey Nona Cantik, kangen gue ma loe…” ucap laki-laki dari luar pagar
“Eh Kak Ryan… kapan pulang??”
“Baru tadi sore, trus gue inget loe, yaudah gue mampir. Gue masuk ya?” ujar Kak Ryan
“Oke, masuk aja… Kangen gue ma loe kak!” sambungku
“Oya… jadi GeEr gue dikangenin ma Nona…” celotehnya
“Kak… knapa baru pulang sekarang?? Loe nggak tau gue nungguin loe terus?” tampikku
“Sorry Na, gue nggak bisa ninggalin kuliah gue. Lagi pula janji gue buat pulang cepet udah terpenuhi kan?” jawabnya
“Tapi gue udah kangeeen banget ma loe…” ujarku sambil merengek
“Makasih Nona Cantiik.. kamu dah kangen ma aku…” bisik Kak Ryan
“Kak Ryan… Aku nggak mau jauh dari kamu lagi. I can’t live without you...”
“Me too…”
Kak Ryan adalah seseorang yang berarti buat aku, dialah yang bikin aku kuat buat nggak ngerengek karena keadaan. Dan aku ngerasa Kak Ryan lah yang paling berarti buat aku saat ini selain keluargaku. I love him so much…
“Assalamualaikum…” terdengar salam Kak Ridwan
“Waalaikumsalam.” jawabku dan Kak Ryan
“EH, hey sob!! Kapan dateng… ngagetin aja.” Tanya Kak Ridwan ke Kak Ryan
“Tadi sore! gimana kabar loe…” ujar Kak Ryan
“Oke lah… loe itu yang nggak pernah da kabar. Ni mpe adik gue loe bikin nggak nafsu makan berhari-hari mikirin loe.” Jawab Kakakku dengan songongnya
“Hah…? Segitunya…?”
“Hahaha… tau tuh! Tanya ma adik gua ndiri. Gue mau istirahat bentar. Ntar gue mau ngomong ma loe.. Oke!” sambung kakakku
“Siip bosz…”
“Emank iya?? Kamu mpe kayak gitu Na??” Tanya kak Ryan padaku
“Yaa bisa dibilang begitu.” Jawabku lemas
“Sorry ya… aku nggak ngasih kabar ke kamu Na… aku janji Liburan smester ini aku nggak bakal ninggalin satu hari pun buat kamu!” pinta kak Ryan
“ehehehe… asik kalo gitu!” sahutku
Entah kenapa selalu aku nggak bisa jauh dari Kak Ryan, setiap ma Kak Ryan, semua terasa tenang dan menyenangkan.
“I miss you so much Nona cantik” bisik kak Ryan sambil memegang tanganku erat
“I miss you too…” genggamanku makin erat,
Ini yang aku suka dari Kak Ryan, dia romantis. Tapi entah dia punya pacar atau nggak, dia nggak pernah cerita soal pacar atau gebetannya. Jadi aku nggak pernah jaga jarak dengan kak Ryan. Bahkan sering kali aku dikenalkan sebagai pacarnya didepan teman-temannya, dan aku selalu diam dan tersenyum saja mendengar pernyataan Kak Ryan. Rasanya senang saja mendengar kak Ryan memanggilku sayang didepan teman-temannya. :b
Drrrr drrrrr…
Drrrr drrrr…
Hapeku bergetar,
bersambung...